Pelaksanaan Tracer Study pada Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung (UBB) merupakan instrumen krusial dalam memetakan relevansi lulusan dengan dinamika industri rekayasa mekanikal, manufaktur, dan energi.
1. Tujuan Tracer Study Teknik Mesin UBB
Mengukur Indikator Kinerja Utama (IKU 1): Mengetahui masa tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan layak, melanjutkan studi, atau berwirausaha.
Memetakan Relevansi Kompetensi: Menilai tingkat kesesuaian antara ilmu teknik mesin yang diajarkan (misal: konversi energi, konstruksi, material) dengan kebutuhan dunia kerja nyata.
Menyusun Database Alumni: Memetakan persebaran wilayah kerja alumni, baik di lingkup lokal Provinsi Bangka Belitung (industri pertambangan, pengolahan sawit) maupun nasional.
Memenuhi Syarat Akreditasi: Menyediakan bukti autentik akuntabilitas prodi untuk keperluan akreditasi BAN-PT/LAM Teknik.
2. Metode Pelaksanaan
Proses pelacakan dilakukan secara berkala secara terpusat dan digital melalui beberapa tahapan:
Platform Sensus (Kuesioner Online): Pengumpulan data berbasis instrumen kuesioner resmi Kemendikbudristek yang diakses alumni secara daring lewat tautan resmi Pusat Karir & Alumni UBB.
Target Responden (Cohorts): Ditargetkan khusus kepada alumni pemegang gelar Sarjana Teknik (S.T.) Mesin yang berada pada masa transisi 1-2 tahun setelah kelulusan (exit cohort).
Pendekatan Multi-Stakeholder:
Survei Alumni: Menjaring penilaian mandiri terhadap aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan pasca-kuliah.
Survei Pengguna Lulusan (Employer Survey): Meminta umpan balik langsung dari pihak industri/perusahaan yang mempekerjakan alumni mengenai kinerja mereka di lapangan.
Sosialisasi dan Follow-up: Optimalisasi pengisian dilakukan lewat koordinasi jurusan, dosen pembimbing, serta ikatan alumni menggunakan jejaring sosial demi mengejar target response rate yang tinggi.
3. Pemanfaatan Hasil untuk Perbaikan Kurikulum
Hasil analisis data tracer study tidak sekadar menjadi angka statistik, melainkan dasar utama bagi tim penjaminan mutu dan dosen prodi untuk melakukan penyesuaian kurikulum:
Transformasi ke Kurikulum Berbasis OBE (Outcome-Based Education): Data kelemahan serapan kerja digunakan untuk mendesain ulang Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) agar berfokus pada hasil kemampuan nyata mahasiswa, bukan sekadar teori.
Penyeimbangan Tiga Aspek Utama (KKNI): Menyelaraskan muatan kurikulum agar proporsional antara aspek pengetahuan, keterampilan teknis (seperti pengoperasian software CAD/CAM, pengujian material), dan sikap (soft skills) kerja.
Restrukturisasi Mata Kuliah: Menghapus mata kuliah yang sudah usang (obsolete) di industri dan menambahkan atau memperkuat bobot materi praktikum berbasis teknologi manufaktur terbaru atau otomasi.
Integrasi Program MBKM: Hasil pelacakan membantu mengevaluasi efektivitas program Magang Merdeka (MBKM) agar kemitraan dengan industri rekayasa mesin semakin mempersempit celah kompetensi lulusan baru